Jumat, 29 April 2016

Proposal Rekam Medis

DAFTAR ISI

BAB I             PENDAHULUAN  
Latar Belakang  
Tujuan    
Ruang Lingkup Proyek

BAB II            SI REKAM MEDIS  
Perspektif Produk  
Deskripsi Subsistem  
Manfaat Bagi Perusahaan 

BAB II            METODOLOGI KERJA
Survei & Analisis Sistem
Perancangan Sistem
Pelatihan 
Pemeliharaan
Tenaga Ahli
Struktur Organisasi
Tabel Penjadwalan
Rencana Anggaran Biaya

BAB IV          PENUTUP


BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang
Sistem informasi manajemen merupakan prosedur pemprosesan data berdasarkan teknologi informasi dan diintegrasikan dengan prosedur manual dan prosedur  yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengembalian keputusan manajemen. System informasi manajemen saat ini merupakan sumber daya alam utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi  dalam menyongsong era informasi ini. Di bidang kesehatan terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Maka diperlukan suatu alat Bantu yang memiliki tingkat kecepatan perhitungan dan penyampaian data yang tinggi. Alat Bantu tersebut merupakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dalam penanganan sistem informasi ini, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah menilai biaya yang dikeluarkan. Jika hal tersebut dikerjakan dengan tangan (secara manual), tentu akan memakan waktu, biaya dan tenaga. Untuk menghindari hal tersebut, akan lebih baik jika digunakan sistem komputerisasi.Contohnya di Rumah Sakit yang hampir setiap harinya bisa di pastikan 100 atau lebih orang melakukan pengobatan atau hanya sekedar konsul, dapat di bayangkan apabila dalam mengurus administrasinya dengan cara manual pasti kita kan sangat kerepotan. Maka dari itu sangat diperlukan bagi rumah sakit jaman sekarang untuk menggunakan sistem informasi yang lebih canggih, sehingga bisa menghemat tenaga, waktu dan tentu saja pengeluaran rumah sakit tersebut dan sudah pasti rumah sakit tersebut akan memenuhi standarisasi pelayanan rumah sakit internasional.

Tujuan 
1.      Mangetahui masalah apa saja yang berhubungan dengan Sistem Informasi Rumah sakit.

2.  Menjelaskan bagaiman sistem informasi rumah sakit yang ideal, yang sesuai denganstandar pelayanan internasional.
3.  Agar bisa lebih memahami bagaimana suatu rumah sakit dalam menerapkan suatu sistem pelayanan yang bertarap internasional terutama dalam sistem informasinya khususnya untuk rumah sakit di indonesia.

Ruang Lingkup Proyek
Proyek pembuatan sistem informasi ini adalah proyek untuk membuat sebuah sistem informasi rumah sakit . Sistem yang akan dibuat adalah sistem informasi rumah sakit berbasis website. Untuk mengakses sistem informasi ini, pengguna hanya membutuhkan sebuah komputer, sistem operasi dan browser internet  yang terinstall .
Sistem informasi ini harus dapat mengatasi  semua sistem kerja yang biasanya dikerjakan secara manual seperti:
1.      Mencatat setiap pendaftaran pasien secara komputerisasi.
2.      Mencari data pasien secara cepat dan mudah .
3.      Mencatat pasien rawat jalan ataupun rawat inap.
4.      Mencatat obat-obatan pasien berobat ataupun rawat inap.
5.      Menampilkan biaya pengobatan pasien atau sistem biling kasir.
6.      Menyimpan medical record pasien rawat jalan maupun rawat inap. 

BAB II
SI Rekam Medis

Perspektif Sistem
Berikut ini merupakan diagram aliran data (Data Flow Diagram) pada aplikasi Rekam Medis. Diagram ini mencerminkan aliran data dari sumber pemberi data (input) dengan penerima data (output) pada aplikasi ini.
 Context Diagram
7.PNG

Deskripsi Subsistem
Modul medical record adalah  modul back office pendukung aplikasi sistem informasi rumah
sakit Muddy dengan fitur-fitur sebagai berikut:
1.      Menggunakan Standar ICD-10,ICD -9CM dan DTD
2.      Input Tunggal per Nomer Medical record untuk semua kebutuhan Laporan MR
3.      Laporan-Laporan Hospitals & DepKes

Manfaat Sistem Informasi Rekam Medis Ini 
Berikut beberapa manfaat sistem informasi rekam medis kami  : 
1.      Mudah diakses, hanya membutuhkan komputer yang terinstall sistem operasi dan browser internet.
2.      Mudah digunakan  dengan tampilan yang simpel dan informatif
3.      Bersifat cross platform (tidak eksklusif pada salah satu sistem operasi). Sehingga memungkinkan diakses oleh sistem operasi yang berbeda-beda dan bisa menekan biaya.
4.      Tidak membutuhkan resource memory yang besar.
5.      Keamanan yang terjamin, dengan sistem otorisasi akses menggunakan username dan password juga terenkripsi menggunakan https.
6.      Hemat energi dan ramah lingkungan. Komponen sistem menggunakan perangkat keras berstandar RoHS.

BAB III
Metodologi Kerja

Survei & Analisis Sistem
a.      Survei Kebutuhan Sistem
Hasil survey kami adalah bahwa untuk dapat merancang sistem informasi di rumah sakit ini ada beberapa kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang akan dirubah ke dalam komputerisasi yaitu : Pencatatan data pasien, Pencarian data pasien, Data laporan pemeriksaan.

b.       Analisis Kebutuhan Sistem

Perancangan Sistem
a.      Perancangan Data
Berikut ini merupakan diagram aliran data (Data Flow Diagram) pada aplikasi Rekam Medis. Diagram ini mencerminkan aliran data dari sumber pemberi data (input) dengan penerima data (output) pada aplikasi ini.

Context Diagram
8.PNG

 Teknologi yang digunakan
Berikut adalah teknologi yang digunakan dan di perlukan untuk keperluan proyek: Secara garis besar teknologi yg digunakan untuk membuat sistem informasi rekam medis di bagi dalam beberapa bagian berikut ini:
1.      Arsitektur Jaringan 
Jenis jaringan yang digunakan adalah client-server dimana akan ada satu server terpusat untuk penyimpanan dan pemroses data. Sedangkan aplikasi system informasi dijalankan pada masing masing workstation dengan menerapkan Topologi jaringan yang digunakan adalah Star.

2.      Software yang digunakan
Sistem operasi computer server : Server menggunakan system operasi Microsoft Windows Server 2008.
Sistem operasi computer client : Linux Ubuntu.
Software Development : Adobe Dreamweaver.
Database : MySQL

3.      Hardware yang Digunakan
·         Spesifikasi server 
Komputer Server yang digunakan minimal memenuhi spesifikasi sbb :
Ø  Xeon E3110 (3.0 GHz, FSB 1333 MHz, Cache 6 MB)
Ø  Chipset Intel® 3200, 
Ø  2 Gb DDR II 800 Unbuffered ECC up to 8 Gb (4slots)
Ø  500GB SATA easy swap
Ø  Integrated Graphic Controller with 32MB VRAM, 
Ø  300 Watt power supply

·         Spesifikasi client
Komputer Client yang digunakan minimal memenuhi spesifikasi sbb :
Ø  Intel® Pentium® Dual-Core E5800 (3GHz, 2MB L2 cache, 800 MHz FSB), 
Ø  Intel G41 Express Chipset, 
Ø  RAM 1Gb DDR3 1066Mhz, 
Ø  HD 320GB SATA, 

·         Printer Deskjet
·         HUB
·         UTP Cable

Denah  Jaringan Komputer
9.PNG


Pelatihan   
Dengan dibentuknya Sistem Informasi ini otomatis akan ada pekerjaan baru yangg mungkin asing atau tidak mengenal oleh para pegwai lainnya oleh karena itu kami sarankan adanya pelatihan untuk membekali operator dalam menjalankan sistem oprasi ini, dengan jangka waktu 1 minggu dan fasilitas yang diberikan adalah modul , pelatih khusus,dll.

Pemeliharaan
Pemeliharaan ini dilakukan setiap satu bulan sekali untuk evaluasi ataupun pengupdatean sistem juga pada saat ada gangguan ataupun kerusakan  

Tenaga Ahli 
Manager Proyek
Orang yang memegang dan mengawasi proyek ini juga bertanggung jawab penuh atas proyek ini. 
Jumlah : 1 orang 
Nama    : Muhammad Fajri

Administrator
Bertugas mengatur segala transaksi dan mencatat segala biaya masuk atau keluar.
Jumlah : 1 Orang 
Nama   : Yonathan Batubara

Sistem Analis & Desain
Bertugas Menganalisis suatu sistem yang akan dibuat juga merancangnya sedemikian rupa agar bisa dimengerti oleh manager proyek dan programer
Jumlah  : 2 Orang
Nama    : Muhammad Iqbal Tawakal

Dokumentasi
Mencatat segala kegiatan yang terjadi selama proyek berlangsung terutama saat kegiatan Implemntasi. Untuk dijadikan modul ataupun buku petunjuk.
Jumlah   : 1 Orang
Nama     : Helmi Zulfikar Ali

Programer
Mengaplikasikan rancangan dan desain dari Sistem Analis sehinngga jadi Sistem Informasi sesuai dengan keinginan 
Jumlah    : 2 Orang
Nama       : Adit Prasetyo


Struktur Organisasi

6.PNG

Rencana Anggaran Biaya
1.                  Tenaga Ahli
1.PNG
2.                  Perangkat Keras  (Hardware)
2.PNG


3.                  Perangkat Lunak (Software)
3.PNG


1.                  Overhead
4.PNG

2.                  Maintenance
5.PNG
5.1.PNG

BAB IV
Penutup

Demikianlah kiranya proposal ini kami ajukan dengan harapan mendapat perhatian dan bantuan dari semua pihak yang terkait. Untuk itu kami mengajak peran serta dari semua pihak untuk dapat mengsukseskan proyek ini, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.


Sumber :
Dokument.tips
Docslide
Senior dari angkatan 2008

Minggu, 17 April 2016

Tugas 2 Bahasa Indonesia 2

Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.


Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

1.                  Merumuskan masalah.
2.                  Merumuskan hipotesis.
3.                  Mengumpulkan data.
4.                  Menguji hipotesis.
5.                  Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. 

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri. 

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

Sumber : sumber 1

Jumat, 01 April 2016

Tugas 1 Etika dan Profesionalisme TSI : Bukalapak.com

Bukalapak merupakan salah satu pasar daring (online marketplace) terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringantoko daring ) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual - beli daring (online) dengan model bisnis consumer-to-consumer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko daring untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gawai (gadget), aksesoris gawai, komputer, sabak (tablet), perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.
Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia yang berbasis di Jakarta. Namun, Bukalapak baru berstatus sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT) pada September 2011 dan dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Office) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer). Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures. Tidak berselang lama dari pemberitaan tersebut, di tanggal 18 Maret 2014 Bukalapak pun meluncurkan aplikasi seluler untuk Android. Aplikasi yang dikenal dengan mobile Bukalapak tersebut diciptakan khusus untuk para penjual untuk mempermudah penjual dalam mengakses lapak dagangannya dan melakukan transaksinya melalui smartphone.

Etika dan Profesionalisme Dalam Bukalapak
Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi. Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan ssetiap orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan dan bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.
Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan. Disamping istilah profesionalisme, ada istilah yaitu profesi. Profesi sering kita artikan dengan “pekerjaan” atau “job” kita sehari-hari. Tetapi dalam kata profession yang berasal dari perbendaharaan Angglo Saxon tidak hanya terkandung pengertian “pekerjaan” saja. Profesi mengharuskan tidak hanya pengetahuan dan keahlian khusus melalui persiapan dan latihan, tetapi dalam arti “profession” terpaku juga suatu “panggilan”. Dengan begitu, maka arti “profession” mengandung dua unsur. Pertama unsure keahlian dan kedua unsur panggilan. Sehingga seorang “profesional” harus memadukan dalam diri pribadinya kecakapan teknik yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya, dan juga kematangan etik.
Profesionalisme yang  tunjukan oleh CEO Bukalapak sudah terbukti pada saat ini. Pihak dari bukapalak terus mengembangkan website dan aplikasi mobile yang dibuat dan selalu dikembangkan oleh pihak dari bukalapak. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 3 Juli 2014, applikasi tersebut telah didownload oleh lebih dari 87 ribu user Bukalapak. Walaupun baru berdiri kurang lebih 3 tahun, Bukalapak memiliki reputasi yang baik dalam hal customer service dan websitenya yang mudah untuk di akses. Bukalapak pun seiring dengan berjalannya waktu, semakin berkembang dengan inovasi terbarunya untuk mempermudah para pengguna Bukalapak untuk transaksinya.

Bukan hanya profesionalisme yang ditunjukan oleh pihak dari bukalapak, akan tetapi etika yang ditunjukan oleh user/pengguna dari buka lapak itu sendiri juga mempengaruhi kesuksesan dari buka lapak. Etika yang ditunjukan oleh user baik dari penjual yang terpecaya juga dari pembeli yang setia mencari barang yang dibutuhkan di website yang telah berkembang sejak bukalapak dibentuk.

Minggu, 13 Maret 2016

Berfikir Induktif

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Pemikiran/Penalaran Induktif. Sebelum kita membahas apa itu Penalaran Induktif, akan lebih baik bagi kita mengerti akan pengertian penalaran terlebih dahulu.  

1. Penalaran

a. Definisi Penalaran Menurut Para Ahli

  • Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
  • Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
  • Suriasumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.

b. Ciri – Ciri Penalaran
  • Dilakukan dengan sadar,
  • Didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui,
  • Sistematis,
  • Terarah, bertujuan,
  • Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru,
  • Sadar tujuan,
  • Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh,
  • Pola pemikiran tertentu,
  • Sifat empiris rasional

2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif (prosesnya disebut induksi) mrpkn proses penalaran untuk menarik suatu prinsip atau sikap yang berlaku untuk umum maupun suatu kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan atas fakta-fakta khusus.
  • Pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis
  • Dari pernyataan yang bersifat umum dimungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif.

a.  Jenis-jenis Penalaran Induktif


  1. Generalisasi
  • Penalaran yang  mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
  • Contoh :Ade adalah tentara yang mempunyai badan gagah. Bari adalah tentara yang mempunyai badan gagah

  • 2. Analogi (Analogi Induktif) 

  • Dalam analogi, kita membandingkan dua macamhal.Dalam penalaran ini kita hanya memperhatikan persamaannya,tanpa memperhatikan perbedaannya.Jadi,kesimpulan yang didapat didasarkan pada persamaan diantara dua hal yang berbeda. proses penalaran untuk menarik kesimpulan/referensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial penting yang bersamaan.


Rabu, 03 Februari 2016

TUGAS 4 PENGANTAR TELEMATIKA

Pada zaman dahulu, Telematika belum berkembang sangat pesat dinegara Indonesia, Indonesia termasuk dalam Negara tertinggal, tapi dengan seiring perkembangan zaman Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena telah banyak bermuculan produk-produk IT yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda dan muktahir. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bisa memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya dan sedangkan teknologi mukthir adalah teknologi automobile systems yang menggabungkan Global Positioning System (GPS) dan komunikasi nirkabel lainnya untuk mengetahui lokasi jalan, dan sekarang ini yang sedang populer juga banyak dicari dan digunakan oleh masyarakat yaitu smartphone, dan juga tablet PC. Smartphone ini merupakan telepon selular dengan system operasi didalamnya adalah android. Dengan kecanggihan smartphone ini aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan atau hanya bisa digunakan didalam Komputer itu bisa digunakan didalam smartphone ini. Tablet pc, ini merupakan komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.

Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis telematique, yang atinya adalah sebuah  gabungan sistem jaringan komunakasi dan teknologi informasi (Telecomunication and Informatics) sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication . Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari“TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai ( The New Hybrid Technology ) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Istilah telematikan juga merujuk pada hakekat cyberspace, yaitu sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Sedangkan menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Senada dengan pendapat pemerintah, telematika diartikan sebagai singkatan dari tele = telekomunikasi, ma = multimedia, dan tika = informatika.


Dampak Positif :
  • Kemudahan dalam memperoleh Informasi secara cepat. Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga. Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.
  • Transparasi dalam Informasi. Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan.
  • Kemudahan dalam memperoleh data. Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
  • Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.


Dampak Negative:
  • Adanya ancaman virus, hacker, penyadapan elektronik dan penipuan elektronik menyebabkan faktor keamanan menjadi masalah dari waktu ke waktu
  • Dengan makin terbukanya informasi memungkinkan pihak2 tidak berkepentingan dapat mengakses informasi yang bersifat terbatas atau rahasia.
  • Ledakan sistem komputer telah melahirkan ketergantungan terhadap informasi, yang disimpan ataupun yg dikomunikasikan dgn sistem tersebut.